Internalisasi Soft Skills Guru Yang Telah Mengikuti Pelatihan PAKEM Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Pada Taman Kanak-Kanak Islam Plus Empat Lima Pontianak)

Repository > Yapandi Ramli > Internalisasi Soft Skills Guru Yang Telah Mengikuti Pelatihan PAKEM Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Pada Taman Kanak-Kanak Islam Plus Empat Lima Pontianak)

Penelitian ini menyajikan tentang pelatihan PAKEM dan internalisasi nilai soft skills terhadap mutu pendidikan pada Taman Kanak-Kanak Islam Plus Empat Lima Pontianak. Penelitian ini melibatkan pengurus yayasan, pengawas, Pembina, kepala sekolah dan para guru. Realitas tentang kemampuan guru yang telah mengikuti pelatihan keadaannya menunjukkan tidak kompeten sebagai tenaga pengajar. Padahal guru merupakan faktor yang paling penting dan strategis, sebab pendidik sering dianggap sebagai sosok yang mempunyai kepribadian ideal dan sebagai model atau panutan. Mestinya pelatihan PAKEM menjadi perbaikan peningkatan mutu guru agar lebih kreatif, berdaya, maju, dan meningkatkan kapasitas profisional dalam mengajar sehingga terciptalah internalisasi pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Internalisasi nilai soft skills dengan kemampuan profesional guru tidak hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi lebih dari itu juga dapat menanamkan kebiasaan (habituation) tentang kemampuan dasar moral, nilai-nilai Agama dan Akhlak Mulia hal mana yang baik sehingga siswa belajar menjadi paham (kognitif) tentang pengetahuan dan bahasa, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan terbiasa melakukan atau mempraktikkan (psikomotor) substansi dari internalisasi nilai soft skills.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran realitas tentang kemapuan profesional guru dan menginternalisasikan nilai soft skills dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan di Taman Kanak-Kanak Islam Plus Bina Empat Lima Pontianak pada guru setelah yang mengikuti pelatihan PAKEM. Dalam proses kerjanya, data lapangan yang bersifat natural dan aktual digambarkan secara komprehensif, utuh dan objektif melalui studi kolerasi menggunakan model pengukuran yang dikembangkan oleh Creemers dengan jenis penelitian deskriptif dan metode penelitian ex post facta serta menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Pertama, Kemampuan soft skills guru yang telah mengikuti pelatihan PAKEM memiliki kemampuan profesional berupa intrapersonal skills, linguistic skills, interpesonal skills, musical skills, logic/mathematic skills, natural skills, visual skills rata tinggi 61,53%. Kemudian para guru juga memiliki kemampuan pengembangan diri yakni konsep mengenal diri, membelajarkan diri, bekerja kooperatif dan kolaboratif, pemahaman ilmu, dan kemampuan mengimplementasikan ilmu untuk meningkatkan mutu pendidikan; Kedua Internalisasi nilai soft skills guru yang telah mengikuti pelatihan PAKEM dapat mengimplementasikan nilai soft skills hasil rata-rata 82.52% dengan katagori tinggi, dan dukungan kepala sekolah, ketua yayasan, pengawas dan teman sebaya, kebijakan sekolah dan kopetensi guru juga menunjukan hasil rata-rata 82,52 % dengan katagori tinggi dalam upaya meningatkan mutu pendidikan di taman kanak-kanak Islam bina empat lima, Kemudian nampak pula berpengaruh terhadap pengembangan sikap mandiri, yakni telah mampu mempercepat berkembangnya atau tumbuhnya perilaku mandiri, sikap disiplin, kreatif, dan sungguh-sungguh. Ketiga Kemampuan soft skills guru dan pelatihan PAKEM berdampak positif terhadap mutu pendidikan. Pelatihan PAKEM memberi dampak langsung terhadap mutu pendidikan sebesar 0,096 dan memberikan dampak tidak langsung sebesar 0,037. Sedangkan kemampuan soft skills para guru, kepala sekolah, ketua yayasan, pembina dan pengawas memiliki pengaruh terhadap mutu pendidikan sebesar 0,067. Sisanya merupakan faktor lain, di luar kemampuan soft skills dan pelatihan PAKEM yang memberikan dampak pada mutu pendidikan adalah sebesar 0,76. Angka-angka ini berarti, bahwa mutu pendidikan mendapat dampak langsung dari pelatihan PAKEM sebesar 9,6% dan secara tidak langsung dari pelatihan PAKEM sebesar 3,7%, juga memberikan dampak dari kemampuan soft skills guru, kepala sekolah, ketua yayasan, pembina dan pengawas sebesar 6,7%. Dan sebesar 76%, mutu pendidikan diakibatkan oleh faktor lainnya, di luar pelatihan PAKEM dan soft skills.

Link Download:

Internalisasi Soft Skills Guru Yang Telah Mengikuti Pelatihan PAKEM Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Pada Taman Kanak-Kanak Islam Plus Empat Lima Pontianak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *